S: Kak, Mas D sama Mbak O masih di parkiran nulis pesan.
K: oh iya, kayaknya ninggalin nomor handphone biar nanti dihubungi sama yang punya, biar bisa tanggung jawab..
-----------------------------------------------------------------------------
Hai, aku Kakak Sani.. gadis muda belia *ehm* yang punya 1 adik cewek kesayangan, sebut saja Dik Sari, yang cita-citanya tak menentu tapi punya banyak hal selalu disukai..
Saya adalah tipe golongan darah B garis keras yang selalu random. Jangan tanyakan arah jalan, tau arah jalan menuju hati saja sudah cukup. Kalau diajak kemana ujung ujungnya kemana. Sekarang bilang iya, besoknya lupa, kan PHP 💔
Berita baiknya adalah saya orang yang setia. Jangankan setia sama orang, sama makanan aja setia. Saya paling suka telor. Tapi suka ga tega kalau lauknya ada daging ayam+telor. Kan kasian, udah makan mamanya masa makan anaknya juga 😢 Ngomong-ngomong soal telor, saking setianya, pagi siang sore makan telor dengan menu yang sama, hayok! Alhasil kolesterol tahun lalu mencapai lebih dari 260 *kecekik*, jadi sayanya terpaksa diet telor. Kalau makan bubur, sate telur puyuhnya diganti sama sate usus. Per hari ini, kolesterolnya turun jauh *yay!* tapi jadi asam uratnya yang naik. Hahahaha hadoh yin n yang memang yaa.
Dari dulu, saya adalah orang yang paling nggak suka karaoke, tapi semenjak ngantor (oh iya, statusnya skrg sudah bekerja, mengabdi pada negeri, ciyeeh!) jadi seneng karaoke. Mungkin karena sekarang sudah pede sama suara yang pas-pasan dan senior-seniornya maklum kalau suaranya melenceng sana sini.
Malam yang random ini, kami karaoke memanfaatkan promo 2jam+1jam. Lagu yg paling berkesan selama 3jam tadi adalah "Secret Love Song". Karena ada 1 titik note tinggi yang suaranya sampai walaupun di nada nada berikutnya entah kemana hahaha sopran 1 abal-abal sungguh.
Singkat cerita, setelah karaoke, kami pulang dengan motor masing-masing. Saya sendirian karena tidak ada yang searah dengan jalan kosan saya. Saat melewati motor-motor saya melihat kakak senior saya belum berangkat. Dia menuliskan sesuatu di kertas. Saya lihat disebelah kertas itu ada pecahan kaca. Ternyata itu semacam pelindung depan motor. Karena kakak itu sibuk, saya bertanya pada kakak yang lain. Oh ternyata, kakak senior saya itu entah bagaimana menabrak pelindung motor orang lain. Lalu kakak itu menuliskan pesan kalau dia akan bertanggung jawab dan meninggalkan nomor handphonenya.
Bagi sebagian besar orang, mungkin itu adalah hal yang biasa dilakukan. Bagi sebagian lainnya, mungkin akan memilih meninggalkan tempat itu segera sebelum ketahuan oleh orang lain. Bagi saya, perbuatan sederhana kakak senior itu membuat saya belajar arti bertanggung jawab sebenarnya.
Bahwa bukan karena orang lain melihat atau tidak. Bukan karena ingin mendapatkan pujian atau belas kasihan. Bukan tidak memikirkan bagaimana dengan orang lain. Tapi bertanggung jawab adalah mengambil segala kebaikan dan resiko yang diterima oleh semua perbuatan kita tanpa harus menyalahkan orang lain..
Dan disini, cerita Kakak Sani dimulai...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar